Hell-O Tumbfella! :D
Hello, creatures. I’m back, let’s clap!
*hening*
Oke. Gue tau, intro yang corny.
Gue cuma mau bilang kalo liburan kemaren itu lumayan menyenangkan ‘cause I got to go to Singapore, which is not that far from here, but ‘twas quite exciting soalnya itu pertama kali gue ke luar negeri yang bener-bener “ke luar negeri” (sebelumnya gue cuma pernah ke Malaysia dan itu juga masih keitung Indonesia… Ya gak sih).
Eniwei, gue pengen nge-list apa aja yang bikin gue pengen tinggal di Singapore (jadi TKW gapapa deh);
— Revenge of The Mummy at Universal Studios.
— No traffic jams.
— There are pavements that people can actually walk on.
— There are pavements that encourage people to walk instead of drive.
— There are pavements that help people to lose weight.
— Revenge of The Mummy at Universal Studios.
— A bird park that actually has BIRDS in it.
— Clean places.
— Ga ada gembel.
— Ga ada orang gila yang ngejar-ngejar gue.
— Ga ada orang gila telanjang yang ngejar-ngejar gue.
— Ga ada polisi cepek yang ngatain kita kalo gak dikasih duit.
— Dan lain-lain.
And did I mention Revenge of The Mummy? I did already? Twice? Oh. Well, I’m still gonna mention it again; wgwg~
Maaf, teman-teman, atas kenorakan gue yang hina, tapi sumpah. Best. Ride. Ever.
Memang, satu-satunya roller coaster yang pernah gue naikin ya cuma yang di Dufan, jadinya gini deh. Tapi beneran, visualnya sangat teramat keren.
Dialog-dialog Imhotep sangat membantu roller coaster ride ini jadi ride yang sangat exciting. Walaupun gak ada loopnya, itu cukup membuat emak gue marah-marah soalnya dia kaget karena dia bilang gue gak kasih tau kalo itu roller coaster. Dia kira gue ajak dia masuk buat liat-liat isi bebatuan berbentuk limas geje. Ngapain atuh.
The best part was that there was actual fire in there. Sempet ketakutan, gimana kalo gue keluar-keluar jadi marshmallow, ya kan. Tapi engga, jadinya gue bangga keluar dari situ idup-idup, gak mati kebakar di rumah seorang mantan manusia yang dibungkus tisu toilet.
So that’s that about Singapore.
Sambung ke topik lain. GUE SEKARANG ANAK KELAS 6 LOH! Senang sekali karena tinggal setahun lagi yang tersisa sampe gue gak perlu pake seragam yang bikin gue keliatan pendek ini. Apa? Gue emang pendek, gak bisa diubah? Gue laporin Kak Seto tau rasa lu.
I must say it’s been a real blast being a ninth grader so far, which is kira-kira baru seminggu. Gue berada di kelas 6, dan gue curiga kayaknya semua anak ngocol terkumpul disitu (liat aja daftar absennya).
I’ve been learning much better than I did in grade 6, pelajaran lebih masuk ke otak. Walaupun kelas gue gak bisa dibilang tenang, entah kenapa gue malah lebih bisa fokus ke pelajaran daripada tahun lalu. Mungkin karena di kelas 6 gue gak (tepatnya, belum) merasa bosan, soalnya kelas ini sangat amat seru kalo dibandingkan dengan kelas gue tahun lalu, yaitu 5.1.
Tahun lalu gue sangat pendiam gara-gara gak ada temen yang nyambung kalo ngobrol atau bercanda. Sekarang gue kerjaannya ketawa mulu, makanya sehari bisa ngabisin 2 botol Aqua soalnya mulut gue kering kebanyakan ketawa. Beneran.
Oh, dan gue juga mau sedikit berterimakasih, soalnya baru sadar kalo blog ini udah hampir satu setengah tahun umurnya. Ehem.
Makasih, semuanya. Elo, yang lagi baca ini. Semua orang yang ngebaca ocehan gue yang kadang-kadang gue sendiri bingung apa maksudnya. Loyal readers who have been reading this crap I made since its birth. Everyone who waits for my posts, if there is any. Yang tetap menyimak kehidupan sehari-hari gue yang kurang lebih sama dengan sejuta orang lain yang gue gak kenal. Semuanya yang mengaku ketawa ngebaca post-post gue yang menurut gue sangat garing. Through every writer’s block I’ve been through, every months I’ve been gone, unfunny jokes I created, you still read.
Jadi, terimakasih. Sejak pertama kali gue membuat blog ini, I’ve grown an awful lot as a writer. I thank you all for the time you’ve taken reading my thoughts. I kinda love you, I guess.
See you around. :]
